Kisah Yatim Piatu Sukses Jadi Sarjana Setelah Mengamalkan Surah al-Waqi’ah dan Sholat Dhuha

2 min read


suara.com

Anak gadis yatim piatu itu bernama Nurwahyuni Cole umur 23 tahun dan sukses jadi sarjana dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin dengan jurusan Jurusan Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Adab dan Humaniora.

Fotonya viral saat dirinya bersimpuh di makam orang tuanya dengan pakaian seragam wisuda.

Seperti dikutip suara.com dari suarasulsel.id, dengan mantap Nurwahyuni mengatakan bahwa kesuksesan yang diraihnya sekarang itu berkat kekuatan shalat Dhuha dan surah al-Waqi’ah yang diamalkan secara istiqomah.

Awalnya dia sempat pesimis akan menyelesaikan pendidikan tinggi, karena saat pertama kali masuk sudah harus membayar SPP sebesar Rp 1.100.000.

Padahal uang yang dimilikinya saat itu hanya Rp 500.000.

Maka terjadilah keajaiban di hari terakhir pembayaran SPP yang tiba-tiba ada orang orang baik membantunya untuk tambahan uang SPP.

Tantangan hidupnya tak cukup sampai disitu, saat menjalani proses perkuliahan Nurwahyuni harus sering-sering berpuasa.

Karena uang makan tidak cukup sementara dirinya harus setiap hari membayar ongkos angkutan umum untuk berangkat ke kampus.

Bahkan kadang dia harus jalan kaki ke kampus jika tidak punya uang sama sekali untuk ongkos angkot.

READ  Jangan Abaikan 5 Hal Ini Jika Kamu Benar-benar Mencintai Pasanganmu

Untuk biaya kebutuhan hidup dan keperluan kampus dia tak malu untuk mengumpulkan kardus bekas lalu dijual, uangya dipergunakan untuk kebuhan sehari-hari, seperti untuk membeli makan.

Semangat pantang menyerah agar tetap kuliah membuat Nurwahyuni sering bertemu orang-orang baik yang selalu memberi bantuan.

Hingga akhirnya pada tanggal 21 September 2020 Nurwahyuni diwisuda dan dinyatakan lulus, lalu dia segera ziarah ke makam orang tuanya untuk berbagi bahagia karena telah jadi sarjana.

Wanita yang dipanggi Uni itu tinggal di Desa Lempangang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Setelah Lulus SMA Diminta Langsung Menikah
Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar Uni mengaku sudah terbiasa bekerja keras tanpa rasa malu.

Menuru penuturannya, waktu masih kecil, untuk mendapatkan uang dia sering membantu pemilik toko membungkus gula pasir.

Uni ditinggal mati oleh ayahnya ketika dia masih sekolah di kelas 3 SD. Lalu sang ibu meninggal dunia ketika dia kelas 2 SMA.

Sebenarnya keinginan kuliah Uni ditentang oleh keluarganya dan disarankan untuk langsung menikah saja ketika sudah lulu SMA.

READ  Orang yang Jatuh Cinta Susah Dinasehati, Ternyata Karena Ini

Bermodal keyakinan dan tekat yang besar, meski keluar tidak setuju, Uni tetap memutuskan untuk kuliah.

Dan sekarang dia berhasil membuktikan pada keluarganya.

View this post on Instagram

Senin, 24 Agustus 2020. Alhamdulillah S.Hum🎓 Menikah menurut mereka adalah jalan keluar untuk saya pada saat itu, tapi saya berpikir itu bukan satu2nya jlan, maka kupilih jalanku sendiri. Saya mengambil keputusan untuk kuliah, yah walaupun sempat nganggur setahun dan keputusanku itu tidak direstui oleh mereka, yah saya tau alasan mereka apa. Saya kuliah hanya bermodalkan keyakinan dan kemauan. Saya memang tdak punya orangtua, tapi sya masih punya Allah😇 MasyaAllah untuk semua perjuangan, usaha, kerja keras, dan doa. Dan Alhamdulillah untuk pencapaian sampai dititik ini. Terimah kasih untuk jiwa yg kuat selama ini. Wajah yg selalu tersenyum dibalik banyaknya masalah yg datang, kaki yg selalu siap jalan kaki, dari ujung jlan A sampai ujung jalan Z, terimah kasih krna tdak pernah lelah. Terimah kasih Tuhan, Saya memang tak seberuntung mereka tapi saya beruntung diberi jiwa yg kuat darimu. Terimah kasih Alm Bapak dan Almrh Mama, saya bangga menjadi anak kalian, walau kalian berdua tidak ada disampingku melihat perjuanganku selama ini, tapi saya sudah membuktikan pada kalian bahwa anak perempuan mu ini bisa. Saya juga bisa sampai ditahap ini berkat campur tangan dri orang-orang baik di sekelilingku. Terimah kasih banyak dariku. Seorang anak yg tidak punya orangtua yang selama ini orang lain katakan padaku bisa membuktikan, bahwa “Anak yatim piatu” sepertiku bisa menyelesaikan kuliahnya. Sarjana dan Ipk memang tidak menjamin kesuksesan, tetapi semua itu memiliki peluang untuk mendapatkan kesuksesan. Tiap orang memiliki keberuntungannya masing2.Dan sya percaya itu😇 Selama ada kemauan dan dibarengi dengan usaha dan doa, yakin saja pertolongan Allah akan datang. Yakin bahwa “orang yg berikhtiar akan mendapatkan jalan yg terang”😇 #ThePowerOf Dhuha #ThePowerOf Qs. Al Waqiah

A post shared by Nurwahyuni Cole, S.Hum (@unii_nurwhynii) on



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *